Wawancara Ahli/Pakar



PL 2/A/2018                                                                                                   Mia Helmiyani
                                                                                                                      

Dosen Finansial Ekonomi Dan Peneliti, Indra Yudha Mabea:
Tingkat Produktivitas Mahasiswa
 
Foto: Tasya Chrismonita

D
i era Digitalisasi ini, Mahasiswa dituntut untuk produktif dan aktif. Beliau menekankan bahwa Pendidikan dan Keterampilan sangat penting untuk meningkatkan hajat hidup Mahasiswa di masa depan. “Kalau mau produktif, Mahasiswa harus aktif yang positif,” ujarnya. Di sisi lain, Bahasa pun sangat penting dikuasai.
Selama menjadi peneliti, beliau memang banyak mengikuti perkembangan perekonomian di beberapa daerah. Dua faktor yang harus diperhatikan untuk mencapai perekonomian yang berkualitas yaitu Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Selain sebagai Dosen dan Peneliti, beliau juga aktif di kegiatan luar seperti Jasa Konsultan Tambang Batu Bara di Jakarta, dan menjadi Pembina di Yayasan Pendidikan Anak Dhuafa. Beliau pernah menjalani S2 di Prancis dan fokus di Finansial selama satu tahun dan S2 di Universitas Pdjadjaran dengan fokus pada kependudukan selalma satu tahun juga.
Indra Yudha, seorang Dosen Luar Biasa dalam bidang Finansial Ekonomi sekaligus peneliti Kesehatan dan Kependudukan di Universitas Padjadjaran ini menyambut hangat saya saat ditemui di Ruang SBA Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang, Jumat, 04 Mei 2018.


Menurut Anda, Perekonomian Berkualitas itu seperti apa ?
Kalau menurut saya, perekonomian berkualitas itu bukan hanya tumbuh tapi ada istilah “pembangunan berkelanjutan”. Dimana tidak ada ketimpangan tidak terlalu lebar, bagaimana sumber daya digunakan dengan baik, Sumber Daya Alam (SDA) termasuk juga Sumber Daya Manusia (SDM)-nya juga yang termasuk ke dalam human Development Indeks (Indeks Pembangunan Manusia) yang harus terpenuhi. Ukurannya, yang saya tahu yaitu jumlah harapan hidup tinggi, pengeluaran perkapita, dan rata-rata lama sekolah. Jadi, percuma ekonominya tinggi, pertumbuhannya tinggi, tapi  banyak yang tidak sekolah.
Dari kata mata Anda, bagaimana kondisi perekonomian Indonesia saat ini ?
Sebetulnya tumbuh tapi belum mencapai target. Sudah lumayan bagus. Sebetulnya, pertumbuhan itu naik jika pendapatan juga naik. Jadi, setahu saya naik, cuman tidak memenuhi target. Yang jelas perekonomian itu naik, infrastruktur dibangun.
Apa yang harus dipersiapkan oleh Mahasiswa di era millennial ini dalam menghadapi kondidi perekonomian ?
Yaa.. persiapan menuju millennial itu. Jadi sebenarnya millennial itu apa sih ? Bukannya udah lewat ya millennial itu pada tahun 2000’an. Kan temanya sekarang bukan itu. Justru era millennial itu berada saat awal-awal 2000.
Jadi menurut Anda, sekarang era apa ?
Era Digital. Jadi semuanya terintegrasi, semua ada di genggaman, komunikasi mudah, transportasi cepat. Kayaknya sih ke sana, jadi Mahasiswa jangan sampai gaptek. Gak cukup sekolah tinggi, tapi teknologi informasi juga harus ngerti.
Artinya, tantangan terbesar Mahasiswa sekarang adalah Digitalisasi.. ?
Iya, sepertinya bergitu.. Bisa sih pake, tapi bukan hanya untuk hiburan dan konsumsi saja. Tapi bisa gak dikembangin biar jadi lebih produktif ?

Bagaimana caranya agar Mahasiswa setelah lulus itu agar tidak menganggur dan bingung dalam memilih pekerjaan ?
Pertama, kuliahnya harus bener. Kalau kerja kan IPK itu syarat awal seleksi, kalau IPK-nya kurang, pasti ujung-ujungnya bisnis. Anda harus tahu tujuan Anda kuliah, kuliah dan organisasi itu harus seimbang juga. Kedua, teknologi dan bahasa harus bisa, apapun bahasanya selain bahasa Inggris harus Anda kuasai. Dulu, saya kursus Bahasa Inggris dan Prancis selama satu tahun, karena saya tahu saya ingin kuliah di sana.
Bagaimana cara menjadi seorang entrepreneurship ?
Aspek yang tadi saya sebutkan harus terpenuhi.
Apakah bagi Mahasiswa pekerjaan part-time itu efektif dan produktif ?
Sangat efektif dan sangat produktif. Jika, dia bisa mengatur waktunya dengan baik. Menurut saya itu sangat membantu.
Bagaimana nasib mereka yang tidak mengenyam dunia perkuliahan dalam mencari pekerjaan ?
Sepertinya, cara pandang dari keluarganya harus diubah. Jadi, harus dipandang bahwa pendidikan itu investasi. Memang harus ngemodal dulu, tapi dari investasi kita mengharapkan return. Gaji yang didapat dari pegawai pabrik mungkin di bawah UMR sehingga belum bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Apakah mereka memiliki peluang yang sama  ?
Ya bedalah, yang satu sudah punya investasi dan yang satu belum. Lebih besar yang kuliah, namun kadang ada yang lulus kuliah malah nganggur. Cuman, harus diubah lagi cara pandangnya, harus objektif. Kuliahnya di mana, jangan-jangan di kampus yang beli ijazah, bener gak kuliahnya, IPK-nya bagus, Bahasa Asing bagus, organisasi bagus, harus dikejar sampai ke situ. Dan kenapa yang lulus SMA bisa diserap dengan cepat? Yaa.. karena dia bisa kerja apa aja. Kalau lulusan kuliah kan bisa nahan harga. Tapi, saya punya keyakinan kalau yang kuliah peluangnya lebih besar.
Apakah alokasi dana bantuan pendidikan bagi mereka yang tidak mampu sudah merata ?
Sudah mulai dimeratakan, buktinya sekarang banyak sekali Beasiswa. Kalau merata sepenuhnya sih kayaknya belum.
Apa usaha sektor perekonomian untuk mengembangkan keterampilan anak muda ?
Dalam perekonomian itu pasti ada permintaan dan penawaran. Kita harus tahu, apa yang dibutuhkan perekonomian kita. Betul, perlu adanya pelatihan dan sebagainya. Tapi, jangan sampai keluar dari tema. Dulu ada namanya MP3EI (Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Fokusnya di daerah-daerah, misalnya Sumatera hasil apa, Jawa hasil apa, perkebunan kah, perhutanan kah. pertanian kah. Dan harusnya ada pemetaannya, kalau gak salah sih sudah ada. Jadi, masing-masing unggul di tempatnya, harus lihat potensi daerahnya. Gak bisa random, harus ada pemetaannya.
Kenyataannya ?
Konsepnya udah ada dari pemerintah, cuman mungkin dalam hal perencanaannya. Jadi, apakah efektif atau nggak. Kalau penderitan masyarakat naik dan pertumbuhan ekonominya turun, Anda boleh demo Presiden, tapi harus dengan data, jangan asal bicara. Semua sudah ada datanya, cuman Anda mau baca atau tidak. Makanya, Mahasiswa harus hati-hati dalam bicara.
Bagaimana solusi Anda untuk meningkatkan produktivitas anak muda ?
Jika mengacu kepad text book haha.. Produktivitas merupakan sumber utama kesejahteraan. Apa yang bisa dihasilkan oleh kita dalam satu satuan waktu. Kalau mau produktif, Mahasiswa harus aktif yang positif. Harus bisa membaca kondisi perekonomian di sekitarnya.



Lampiran
Nama lengkap             : Indra Yudha Mabea
Tempat, tanggal lahir  : Jakarta, 22 Agustus 1987
Jabatan                          : Dosen Finansial Ekonomi dan Peneliti Kesehatan dan Kependudukan di Universitas Padjadjaran
Alamat                                    : Jl. Caringin, Ngamprah, Bandung Barat
Ponsel                          : 08112340861

 
Foto: Tasya Chrismonita



Comments

Popular Posts