Shadowing 1

Selasa, 12 Januari 2017

Kalian pada tau kan shadowing itu apa? Yang pernah kuliah jurusan Jurnalistik, atau yang wartawan, atau pun seorang penulis pasti tau shadowing. Kalau aku jujur aja baru tau sekarang hehe...
Menyambut UAS, kelasku memang tidak ada minggu tenang, melainkan disibukkan dengan berbagai macam tugas. Salah satunya adalah tugas shadowing ini. Labih dari sekedar belajar, ini adalah pengalaman yang sangaaaat luar biasa. Tegang, binging, namun menyenangkan. Wajar laahh aku baru semester satu hehe. 

Seharian ikut kegiatan seorang jurnalis dengan kegiatan jurnalistiknya. Alhamdulillah saya dapat wartawan dari detik.com, yaitu Kang Wisma Putra. Beliau sangat baik dan ramah. Berasa adek kakak, antar jemput saya dan ditraktir makan hehe. Meskipun santai dan kebetulan liputan kali ini adalah liputan ceremonial, bukan isu atau peristiwa, jadi terlalu tegang laah... Meskipun begitu tetap fokus mengamati cara kerja Kang Wisma meliput acara tersebut. 

Ada banyak ilmu yang saya dapat. Pertama, bahwa wartawan harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Itu terlihat saat saya menyaksikan persiapan Kang Wisma saat bertanya-tanya tentang acara tersebut, baik kepada pihak/panitia maupun ke sesama wartawan. Karena bagaimanapun, sebelum meliput wartawan harus memahami terlebih dahulu apa yang akan ia liput. Atau kita sebut pengetahuan wartawan tentang berita yang diliput. Kedua, wartawan selalu haus akan ilmu. Dan itu terlihat saat saya menyaksikan dan mendengarkan Kang Wisma merencanakan liputan selanjutnya dan mencari-cari berita dengan bertanya kepada rekannya. Dan pastinya berita yang menarik dan kekinian. Ketiga, saya setuju bahwa wartawan harus selektif dalam memilih berita. Jadi ada indikasi-indikasi yang menentukan kelayakkan suatu berita untuk bisa di uplod. Keempat, wartawan harus gercep alias gerak cepat. Karenanya mungkin. wartawan harus pandai-pandai mengabadikan momen. Dan kelima, menurutku ini adalah yang paling penting, yaitu kejujuran. 

"Ada tugas liputan yang memang ditugaskan dari kantor, ada yang karena undangan, dan ada juga karena wartawan itu sendiri yang mencari suatu berita. Bedanya, kalau berita yang atas dasar penugasan atau undangan pasti upload, tetapi kalau berita atas dasar pencarian sendiri itu belum tentu upload, tetapi lebih memiliki kepuasan tersendiri." begitu kata Kang Wisma.


Waahhhhh... ini baru sedikit sih ceritanya wkwk, dilanjut nanti aja yaa,, jangan bosan buat denger cerita aku pokoknya :D 



Comments

Popular Posts