"Hidup Adalah Sebuah Kesempatan"
Bandung, 08 Oktober
2017
Pernahkah
kalian berfikir tentang arti dari hidup ini ?
Untuk apa kita hidup dan bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan
ini ?. Bukan tanpa alasan Allah menciptakan kita dan Dunia beserta isinya ini
kan ?
Saya
ingin berbagi sedikit cerita tentang arti hidup ini.
Selamat
membaca….. :D
Berawal
dari sebuah pesan singkat dari seseorang yang saya cintai yakni Bapak saya atau
Ayah saya sendiri. Isi pesannya seperti ini “ Hidup ini untuk apa kalau tidak berjuang dan apa yang harus
diperjuangkan kalau kita tidak punya tujuan, keinginan, cita-cita untuk membela
agama, keluarga, tetangga, saudara, bangsa, dan negara. Jadi apa arti hidup ini
?”. Kemudian saya menjawab pertanyaan Ayah saya itu sangat singkat, hanya
dua kata yaitu “ Sebuah Kesempatan..”. Lalu
Ayah saya membalas kembali “Dan
pergunakanlah atau manfaatkanlah kesempatan itu dengan sungguh-sungguh. Niscaya
kamu akan bertemu atau tercapai cita-citamu atau apa yang diinginkan olehmu..
Aamiin yaa..”. Dan seterusnya hingga ditutup dengan saling mendo’akan.
Dari
pesan singkat tersebut saya mendapat suatu kesadaran tentang bagaimana memaknai
hidup yang sesungguhnya. Dan tentang jawaban saya atas pertanyaan Ayah saya
tadi bahwa “hidup adalah sebuah kesempatan” menjadi salah satu prinsip hidup
saya sampai sekarang. Mengapa ? teman-teman pasti tahu bahwa hidup di dunia ini
adalah sementara, segala sesuatu yang ada di dalam dunia, apa yang ada dalam
diri kita, dan apa yang kita gunakan saat ini pada hakikatnya adalah sebuah
titipan. Kita hidup di dunia tidak lain adalah untuk mendapatkan bekal yang
sebanyak-banyaknya untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya, kehidupan yang
kekal.
Kesempatan hidup mungkin tidak akan
datang untuk yang kedua kalinya, tidak seperti cinta yang mungkin ada
kesempatan kedua :D. Mungkin esok, satu jam yang akan datang, atau bahkan hanya
hitungan detik bisa saja kita kehilangan kesempatan hidup. Tiba-tiba Allah
mencabut nyawa kita, dan pada saat itu kita belum mempunyai bekal sedikitpun
atau satu kebaikan saja belum kita lakukan. Dan yakinlah, Hari Pembalasan itu
akan datang. Amal perbuatan kita di dunialah yang akan menentukan apakah kita
tergolong insan yang layak masuk syurga atau neraka.
Karenanya, kesempatan pasti
berhubungan dengan waktu. Waktu adalah bagian dari kesempatan. Kita tahu bahwa
waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah bisa diputar kembali. Pepatah
mengatakan bahwa “ Waktu itu Ibarat Pedang”, jika kita tidak menggunakannya
dengan baik maka kita pasti menyesal dan merugi. Teman-teman mungkin pernah
merasakan yang namanya cape, lelah, malas, dan keluhan yang lainnya. Sebelum
kita memutusakan untuk merealisasikan keluhan-keluhan itu dengan banyak tidur,
main, buka status-status di sosial media, coba kita pikirkan tentang kesempatan
yang Allah berikan ini, motivasi diri kita sendiri dan pilihlah mana yang akan
lebih berdampak positif bagi diri kita. Jika kita butuh bantuan dan kekuatan,
Allah selalu ada untuk kita. Bukankah Dia adalah sebaik-baiknya pemerhati kita
?.
Oleh karena itu teman-teman,
manfaatkanlah kesempatan ini dan gunakanlah waktu dengan optimal, dengan baik
dan sungguh-sungguh dalam beribadah dan mencari bekal sebanyak-banyaknya.
Dengan tidak melupakan kebersyukuran atas setiap desah nafas kehidupan dan
segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini. Jangan sampai kita menyesal dan
merugi pada akhirnya. Bersemangatlah untuk menjalani hidup dan keluarkanlah
ikhtiar terbaikmu di hadapan Allah.
Semoga
bermanfaat dan memotivasi, teman-teman…. :D
#314_Dzikra
#GoHijrahTurIstiqomah
Comments
Post a Comment